Cerita Dewasa Pertamaku Dengan Si Ranti - Sexi dan Montok Sexi Dan Montok Situs Dewasa, Situs Cerita Hot, Cerita Dewasa Terbaru

Latest

Jumat, 30 Desember 2016

Cerita Dewasa Pertamaku Dengan Si Ranti

Cerita Dewasa Hai para pembaca yg setia orisex.com, aku baru pertama kali menulis cerita sex di sini, dan aku sekarang ingin berbagi pengalamanku kepada pembaca sekalian. Aku berbagi pengalaman ini karena menurut aku ini adalah hal yg paling indah yg pernah aku alami.


www.twin88poker.com/?ref=huang268
Cerita Dewasa Pertamaku Dengan Si Ranti
Aku akan mulai dgn perkenalan singkat, namaku Radit, umurku 19 tahun, sekarang aku sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung.-cerita sex mahasiswa Aku mempunyai sifat pemalu yg sejak dulu menjadi hambatan bagiku dlm menjalin hubungan dgn lawan jenisku. Peristiwa yg aku alami ini ternyata mengubah hidupku menjadi luar biasa, lebih dari yg aku bisa bayangkan.

Cerita sex terbaru, Awal cerita ini ketika aku pulang ke Jakarta pada saat liburan semester. Liburanku berawal dari tanggal 27 Juli sampai dgn 13 September, aku berada di Jakarta sudah sejak tanggal 30 Juli. Dlm liburan ini aku berkunjung ke rumah beberapa temanku, diantaranya adalah seorang teman lamaku Ranti yg sudah sejak SMU tdk pernah bertemu. Kalau kuhitung-hitung sudah sekitar satu tahun aku tdk bertemu dia. Sejak aku pertama kali bertemu dia aku langsung jatuh cinta.

Aku melihat Ranti sebagai sosok perempuan yg paling sempurna, [The Angel From Heaven!], rambut hitam yg sepanjang bahu, wajah super cantik, body bagaikan supermodel, payudara yg indah meskipun hanya bisa dilihat dari luar seragam sekolah, dan bokong yg membuat mata cowok manapun mengikutinya kemana pun ia pergi.

Betapa inginnya aku menjadi bra atau celana dlm yg selalu dipakainya, jadi kursi yg selalu didudukinya, jadi tempat tidur yg selalu ditidurinya, atau jadi sabun yg selalu menjelajahi tubuhnya. Aku selalu membayangkan bagaimana seandainya Ranti menjadi pacarku.

Waktu itu kelas dua SMU. Dia kelas 2-4 dan aku kelas 2-3. Aku mendekati dia dgn cara menjadi temannya yg paling baik. Aku tdk berani mengutarakan perasaanku kepada dia, akibatnya dia tergaet oleh orang lain. Hasil yg aku terima adalah aku hanya dianggap sebagai temannya.

Setelah tamat SMU kerinduanku makin memuncak, aku memikirkannya setiap aku mau tidur, mau makan, mau mandi, mau gosok gigi, mau berangkat ke kampus, mau nonton VCD porno, mau masturbasi, setiap mau melakukan apapun. [Even we’re apart, you will always in my heart, Ranti]. Maka dari itu aku memberanikan diri untuk mengunjungi dia mumpung masih liburan. Untuk memastikan dia ada di rumah, aku meneleponnya.

“Halo, bisa bicara dgn Ranti?” tanyaku menyapa.
“Iya, ini Ranti sendiri, ini siapa ya?” balasnya.
“Hei Ran, gimana kabar lo? masih inget gue ngga?” kataku bersikap sok tenang.
“Hmm.. siapa ya? ini Dimas ya? jangan iseng dech, gue tau ini elo kan?” katanya menebak.
“Dimas siapa.. ngaco ah.. ini gue Radit..”
“Radit? hei.. pa kabar juga? gue baik2 aja.. udah berapa lama sich? setahun ada kali ya..”
“Iya.. eh Ran gimana kabar lo ma si.. itu tuch..”
“Sama sapa?”

“Itu lho.. si Romeo.. hi.. hi..”
“..”
“Halo Ran.. gue salah ngomong ya..? haloo..”
“.. ngga.. kok.. gue..” katanya sambil menangis.
“.. Ranti ga perlu ceritain kok kalo Ranti rasa itu bikin sakit..” kataku berusaha menenangkannya.
“.. Radit.. bisa.. ga.. dateng.. ke.. rumah.. Ranti..?” lanjutnya.
“Radit pasti kesana.. Ranti tunggu aja ya.. Radit pasti datang..” jawabku.
“.. cepet ya.. please..” katanya masih menangis.

Aku langsung pergi ke rumahnya begitu telepon ku tutup. Selama perjalanan aku mulai berpikir apa Rantia baik-baik saja.. aku berharap dia tdk melakukan sesuatu yg ceroboh. Kira-kira 30 menit kemudian aku tiba di rumahnya. Aku lihat dia sudah menungguku di pintu depan. Aku parkir mobilku di tepat di depan rumahnya.

Aku langsung berjalan kearahnya dimana kulihat cewek yg sangat kusayangi meneteskan airmatanya. Belum sempat ku tanya alasan mengapa ia menangis, dgn tiba-tiba dia menarik tanganku dan membawaku ke dlm rumah. Kami kemudian duduk di sofa dan dia mulai menceritakan masalahnya. Tp beberapa menit kemudian tanpa sadar aku melingkarkan tanganku di bahunya, namun anehnya dia tdk merasa canggung ataupun risih, malah dia menyandarkan kepalanya ke bahuku.

Aku pun tiba-tiba mengatakan sesuatu yg tdk pernah berani aku katakan kepadanya.

“Ranti, dari dulu ada hal yg aku pengen bilang ke kamu..”
“Radit bener-bener sayang sama Ranti.. Radit selalu memikirkan Ranti..”
“Dari pertama kali kita kenalan, Radit sudah suka ma Ranti..”
“Dan sekara..”

Belum selesai aku mengatakannya Ranti tiba-tiba menutup mulutku dgn tangannya. Dia kemudian mencium bibirku dgn lembut sekali, aku pun tanpa pikir panjang, kubalas ciumannya penuh cinta. Beberapa saat kami berciuman, kemudian Ranti mengatakan hal yg paling indah yg pernah aku dengar.

“Radit.. sebenernya Ranti juga suka sama kamu”
“.. dari dulu aku berharap kalo kamu itu yg mengajak Ranti nonton, makan..”
“.. Ranti selalu berharap Radit suatu saat bakal ngajak Ranti..”
“I love U..”

Langsung saja kucium bibir hangatnya dgn mesra. Kami berciuman cukup lama sampai akhirnya Ranti mengajakku ke kamarnya. Tujuannya sudah jelas, tempat tidur empuk yg masih tertata rapi. Ciuman kami terus berlanjut dimana kami sedikit demi sedikit saling melepaskan pakaian kami, kuangkat dasternya sambil ku meremas bokongnya yg sangat kenyal, “Gila.. empuk banget pantatnya..” kataku dlm hati melanjutkan meraba dan meremas bokong terseksi milik Ranti.

Aku dulu hanya bisa melihat, sekarang aku bisa menikmatinya. Aku tahu masih banyak lagi yg lebih hebat dari cewek ini. Suara hatiku berkata “Dia cinta pertamamu, dan sekarang kamu memilikinya..”.

 www.twin88poker.com/?ref=huang268


Tanganku melanjutkan perjalanannya keatas, disana ia menemukan dua buah gundukan, dgn lembut ku remas dan perlahan kulepaskan dari penutupnya yg telah mengurungnya selama ini. Ternyata buah dada Ranti tampak sangat indah jika dilihat langsung. Bundar penuh dan putingnya berwarna coklat kemerah-merahan.

Ukurannya pun benar-benar menakjubkan. Tepat dlm telapak tanganku. K0ntolku pun menjadi amat tegang. Aku merabanya dari bawah dan kemudian naik keatas dimana ku menemukan puting susu yg sudah mulai mengeras. Ranti pun bersuara ketika aku menjilatinya.

“Mmmmppphhhhhh.. nikmat.. Radit.. terus.. ss..” desah Ranti,

Aku pun menuntunnya ke tempat tidur. Kami sudah seperti pasangan suami istri pada saat malam pengantin. Ranti duduk di tepi tempat tidur sedangkan aku masih berdiri. Ranti sudah tdk memakai bra tp masih mengenakan celana dlm, kami saling bertatapan sejenak..

“Radit.. Ranti mau melakukannya sama kamu.. Ranti melakukannya untuk kamu..”

Ranti pun kemudian melepaskan celana dlmku, dimana disana tersimpan milikku yg sangat berharga. Perlahan ia meraih k0ntolku yg sudah teramat tegang dan menghisapnya.

“Ouuuhhhhh.. Ranti..”, aku merasakan kenikmatan hebat.

Aku balas perlakuannya dgn meraba buah dadanya yg juga semakin tegang.

“Ahh.. Radit.. terusin.. ahh..” lalu aku membuka celana dlm Ranti yg sudah agak basah.

Aku bisa melihat meqi yg di tumbuhi sedikit bulu, rupanya dia rajin mencukurnya. Langsung saja kuraba seluruh bagiannya berharap menemukan tempat yg paling sensitif.

“Aah.. teruss.. Radit.. ohh..” Ranti mendesah, mendengarnya aku makin bersemangat.

Aku kemudian membawa Ranti ke tengah tempat tidur seraya mencium dan menjilati bagian tubuhnya yg paling intim itu.

“Aahh.. aku.. mo.. keluarr.. ohh.. sshh..” Ranti mengerang dan menjambak rambutku, Ranti orgasme saat itu, cairan kenikmatannya banyak sekali yg keluar.

Aku menciumnya bibirnya dan terus meremas-remas buah dadanya, lalu kulumat puting susunya seperti anak kecil mengemut permen kesukaannya.

“Ahh.. sshh.. aahh.. sshh..” Ranti mengerang tak karuan.

K0ntolku yg sudah agak melemas kembali tegang ketika Ranti mengulumnya sebagai balas budi.

“Ohh.. Ranti.. you.. are.the.. best.” kenikmatanku memuncak ketika aku merasa aku akan orgasme.
“Ahh.. sshh.. Rantii..” creett.. creett.. creett.. aku menyemprotkan maniku kedlm mulut Ranti, dan ia pun menelannya.

Kami berada dlm kondisi sangat bergairah. Aku tetap menggeraygi tubuh Ranti supaya ia terus merasa “Panas”, beberapa saat kemudian k0ntolku yg sudah kembali tegang dan tampaknya sudah siap mencelupkan diri kedlm kolam kenikmatan. Dlm posisi Ranti terlentang dan aku diatasnya, aku menuntun k0ntolku [14x3cm] ke arah lubang surga milik Ranti. Perlahan aku dorong penuh percaya diri, terlihat wajah Ranti agak menahan sakit.

“Ahh.. pelan-pelan.. sayang.. ohh..”.

Aku dorong lebih dlm lagi meskipun agak sempit, “oh God.. gila.. memeknya ngejepit k0ntol gue kenceng banget!” kataku dlm hati. Aku berpikir “jangan-jangan Ranti masih perawan”. Kemudian k0ntolku seperti tertahan sesuatu, kupaksa masuk.

“ahh..!” pekik Ranti, kurasa aku menembus selaput daranya, ternyata benar Ranti masih perawan. Lalu perlahan kuayun pinggulku.

“Oh.. sshh.. aah.. ohh.. hmm..”, kami saling mendesah menikmati setiap gesekan, meqi Ranti benar-benar rapat, dan ototnya terus memijat k0ntolku tanpa ampun.
“Ohh.. sshh.. ahh.. sshh.. ohh..” dan kemudian tanpa mencabut k0ntolku, aku mengganti posisi, aku dibawah, dan kini giliran Ranti yg bergerak.
“Ohh.. ah.. ssh.. Radit.. enaakk.. terus.. ss” gerakan Ranti aku imbangi, aku meremas buah dada Ranti dan sekali-sekali aku mengangkat tubuhku untuk menghisap dan menjilati puting susunya.

Tiba-tiba tubuh Ranti kejang, “Aah.. aku.. mauu.. keluarr.. ohh..”

Aku merasakan semprotan cairan meqi Ranti membasahi kepala k0ntolku, terasa hangat dan nikmat. Kami dlm posisi ini agak lama, dimana variasi hanya dlm bentuk ciuman, hisapan puting susu. Kemudian aku merasakan adanya desakan di pangkal k0ntolku, aku lalu menggerakkan pinggulku naik turun, dibantu Ranti yg juga bergerak naik turun.

“Ohh.. sshh.. ohh.. SSHH..” aku merasa akan orgasme, aku lalu mempercepat gerakanku, tiba-tiba tubuh Ranti kembali mengejang, namun kali ini lebih kuat, dan meqinya pun menjadi lebih sempit, otot-ototnya memijat lebih hebat.
“OOHH.. Ranti.. mau.. kkee.. ke.. AAHH..” Ranti mencengkeram bahuku keras sekali.
“OOHH.. AHH.. Raditn.. ga.. kuat..” Aku langsung menancapkan k0ntolku sampai habis, kupeluk cintaku seerat-eratnya dan..
“Creett.. Creett.. Creett” aku dan Ranti orgasme bersama, bersama mencapai kenikmatan.

Aku memeluk Ranti seperti tak akan kulepaskan, dia cintaku yg pertama, cinta pertamaku yg hebat, cinta pertamaku yg nikmat. Kami sudah menjadi sepasang kekasih. Aku sadar Ranti telah memberikan mahkotanya kepadaku.

“Baby you’re all that i want, and you’re lying here in my arms”
“I love u so much Ranti” kataku lembut seraya mencium bibirnya yg basah namun lembut.
Ini pertama kali Ranti bercinta, dia pertama kali bercinta dgnku, aku bercinta dgn cinta pertamaku. Aku mengalami hal yg terindah dlm hidupku.

Kami masih dlm keadaan telanjang, duduk berhadapan, Ranti kupangku diatas pahaku, kami tdk berbicara sepatah kata pun, kami hanya saling memandang, saling tersenyum, sesekali kucium bibirnya, kubelai rambutnya, dan kuhapus airmata bahagianya yg mengalir menuruni pipinya.

“Ranti.. Aku sangat mencintai kamu sepenuh hati Radit, kamu adalah hal terindah yg pernah terjadi untukku, Radit ngga bakal ninggalin Ranti, Radit akan selalu ada untuk Ranti..” kemudian kuberikan ciuman terhangat dan termanis untuk Ranti-ku.

Aku akhirnya mendapatkan cintaku, cinta pertamaku.END

 www.twin88poker.com/?ref=huang268


Tidak ada komentar:

Posting Komentar