Cerita Sex: Joni Sopir Yang Beruntung - Sexi dan Montok Sexi Dan Montok Situs Dewasa, Situs Cerita Hot, Cerita Dewasa Terbaru

Latest

Rabu, 13 Juli 2016

Cerita Sex: Joni Sopir Yang Beruntung

Cerita Sex Terbaru | Kerjasama Ranu dan Erwin semakin berkembang, cabang-cabang perusahaan di kota “ kota besarpun mulai dibuka, sehingga Ranupun semakin sibuk dengan perjalanan bisnisnya kesetiap cabang-cabang perusahaannya, dan itu membuat Ranu semakin jarang dirumah. Dalam satu minggu Ranu hanya 1-2 hari berada dirumahnya yaitu hari Sabtu atau Minggu, hari Seninnya Ranu sudah mulai keluar kota kembali.

Cerita Sex: Joni Sopir Yang Beruntung


 http://www.818poker.com/?ref=axiang888

Seiring dengan berkembangnya usaha Ranu, keadaan ekonomi Ranupun berubah, mereka sekarang tinggal di kawasan elite di bilangan Jakarta Selatan, rumah mereka dilengkapi dengan kolam renang dalam ruangan, penghuni rumahpun mulai bertambah, mereka sekarang mempunyai 4 orang pembantu, 3 perempuan dan 1 laki-laki, yg perempuan bertugas membersihkan rumah, mencuci, memasak dan sebagainya, sementara yg laki-laki bertugas merawat dan membersihkan taman dan kolam renang.
Cerita Ngentot | Tuti, Narti dan Ani adalah nama pembantu wanita mereka, Tuti berusia 20 tahun, Narti dan Ani berusia 19 tahun, sementara itu Pono pembantu lelakinya berusia 18 tahun. Mereka semua berasal dari satu daerah, Ranu yg membawa mereka datang ke Jakarta. Tuti dan Narti keduanya berstatus janda, mereka berdua gagal dalam membina biduk rumah tangga, sementara Ani dan Pono masih berstatus lajang. Mereka berempat sudah sekitar 6 bulan tinggal bersama keluarga Ranu.
Dirumah Ranu masih ada 2 orang supir, Bambang dan Joni keduanya sudah berkeluarga, Bambang berusia 26 tahun sementara Joni berusia 25 tahun, Bambang adalah supir Ranu sementara Joni selalu mengantar Mirna kemanapun nyonyanya pergi. Mereka sudah 8 bulan bekerja dengan Ranu.
Keempat pembantu dan kedua supir ini merasa kerasan bekerja di keluarga Ranu, keluarga Ranu tdk memandang rendah mereka, tingkah keluarga Ranupun tdk sombong terhadap mereka semua, apalagi Joni yg selalu mengantar Mirna, dia sangat kerasan bekerja di keluarga Ranu, selain cantik dan sexy nyonyanya ini selalu memberikan uang makan untuknya jika sedang mengantar ke Mall, ditambah Joni dapat menikmati pemandangan indah terutama saat Mirna mengenakan rok mini atau sedang membungkukkan badan, belahan dada Mirna yg putih dan padat serta pahanya yg putih mulus selalu membuat Joni menelan air liurnya pada saat ia melihat pemandangan itu.
Hari ini Joni kembali disuguhi pemandangan yg membangkitkan gairah lelakinya, nyonyanya ini mengenakan rok pendek berwarna putih dan baju putih tanpa lengan dengan belahan rendah didada, celana dalam dan behanya yg berwarna hitam terbayang dengan jelas, belahan dada nyonyanya ini yg putih dan mulus terlihat dengan jelas, Joni berkali-kali menelan air liurnya melihat pemandangan ini dari kaca spion mobilnya.
“kemana kita, Bu?” tanya Joni
“ke ***** Jon”, kata Mirna.
“baik, Bu” sahut Joni.
Selama perjalanan Joni mencuri-curi pandang tubuh nyonyanya ini dari balik kaca spionnya, selama itu juga berkali-kali Joni meneguk air liurnya, dalam hatinya berkata alangkah beruntungnya punya istri cantik, mulus dan sexy seperti nyonyanya ini, setiap malam pasti minta jatah terus. Kalau ia bandingkan dengan istrinya dirumah, jauh sekali perbedaannya bagaikan langit dengan bumi, tampang Joni sendiri tdk jelek tdk juga tampan, postur tubuhnya tdk tinggi juga tdk pendek, tdk besar juga tdk kecil, semuanya serba sedang.
Sesampainya di Supermarket yg disebutkan oleh nyonyanya tadi, Joni mengarahkan mobilnya kearah pintu masuk, kemudian Mirnapun turun sambil berkata,
“Jon, kamu cari parkir, terus nanti kamu susul saya kedalam”,
“Baik, Bu jawab Joni”
Setelah memarkir mobilnya, Joni menyusul kedalam dan menemui Mirna yg sudah menunggu kedatangannya, kemudian Mirna mengambil keranjang dorong dan menyuruh Joni untuk mengambilnya juga. Kira-kira 3-4 jam mereka baru selesai berbelanja.
“Kemana lagi kita, Bu?” tanya Joni setelah selesai memasukkan kantung belanja yg terakhir.
“Hhmmm, pulang dulu, Jon”. Sahut Mirna.
Dalam perjalanan pulang, Joni kembali mencuri-curi pandang dari kaca spionnya, Mirna tdk menyadari tingkah supirnya itu, karena seperti biasanya Mirna sibuk dengan majalahnya. Tanpa Mirna sadari posisi duduknya saat ini agak sedikit terbuka dan rok mini yg ia kenakan agak sedikit naik keatas, membuat Joni yg sedang mencuri pandang semakin panas dingin dibuatnya, Joni melihat CD hitam Mirna dan paha mulus Mirna dari balik kaca spionnya, kemaluannya mulai menegang seiring dengan lamunan joroknya membayangkan kemaluan Mirna, Joni gelisah sendiri melihat semua ini, berkali-kali ia meneguk air liurnya.
“Jon, turunin semua belanjaannya, taruh di dapur dan beritahu Ani atau Narti”, kata Mirna sesampainya dirumah dan Mirna pun langsung turun menuju kedalam rumahnya.
“Baik, Bu jawab Joni.
Setelah Mirna turun, Jonipun memarkir mobilnya di Garasi dan mulai menurunkan semua belanjaan dan membawanya ke dapur.
“Ti, nich beresin belanjaan ibu”, Joni memberitahu Narti yg sedang ada di dapur sambil menaruh belanjaan.
“Iyah”, jawab Narti sambil langsung membereskan belanjaan itu.
Tak lama kemudian Jonipun selesai membawa seluruh belanjaan itu kedapur sementara Narti sibuk dengan membereskan belanjaan itu.
“Ti, bagi kopi dong”, kata Joni setelah selesai menaruh kantung belanjaan yg terakhir.
“Bikin sendiri, aku masih sibuk beres-beres”, jawab Narti.
Saat Joni sedang membuat kopi, kembali dia disuguhi pemandangan yg membuat gairah lelakinya kembali bangkit, dia melihat Mirna yg sedang menuju kekolam renang mengenakan bikini putih, tubuh Mirna yg putih mulus dan kedua bongkahan payudaranya yg indah, selama ini Joni belum pernah melihat majikannya ini mengenakan bikini, batang kemaluannya mulai menegang, nafasnya mulai memburu, kedua bola mata Joni hampir tdk berkedip mengikuti langkah Mirna yg menuju kolam renang.
Lokasi kolam renang memang tdk jauh dari dapur, dan kolam renang itu terletak didalam ruangan dengan keseluruhan atapnya menggunakan kaca, sehingga cahaya matahari dapat masuk dengan leluasa di area kolam renang tersebut.
Sambil menikmati kopi yg dibuatnya, Joni tanpa bergeming dari tempatnya dan kedua bola matanya masih tetap memandangi tubuh Mirna yg mulus dan sexy, tanpa sadar Jonipun mulai mengelus-elus batang kemaluannya dari balik celananya, dalam pikirannya ia membayangkan meremas-remas kedua payudara Mirna, sambil menjilati kedua putingnya, batang kemaluannya semakin mengeras, sebetulnya Joni adalah lelaki yg setia, tdk pernah terlintas dalam pikirannya untuk selingkuh atau membayangkan tubuh wanita lain selain tubuh istrinya, tetapi semenjak ia bekerja di keluarga Ranu dan setiap hari ia melihat pemandangan yg menakjubkan,
semenjak itu pula pikiran Joni mulai menyimpang, ia mulai sering mengkhayal tentang menyetubuhi Mirna begitu pula saat ia sedang berhubungan dengan istrinya, ia membayangkan sedang menyetubuhi majikannya itu, Joni sendiri bingung kenapa akhir-akhir ini pikirannya selalu ketubuh Mirna, seperti sekarang ini pemandangan didepan matanya benar-benar membuat ia lupa diri, pikirannya menerawang membayangkan tubuh Mirna, lekuk tubuh Mirna yg aduhai, kedua payudara Mirna yg montok, semakin ia membayangkan tubuh Mirna semakin cepat ia mengelus-elus batang kemaluannya, Joni lupa bahwa saat ini ia sedang berada didapur.
“Hayo, sedang ngapain”, bisik Narti di telinga Joni.
“Eeehhh.nggaakkk lagii ngapa-ngapain”, jawab Joni terkejut.
“Kok, ngelamunehh..minum kopi kok ngelamun”, lanjut Narti.
“Eeeh..ini kopinya masih panas jadi..nunggu dingin”, jawab Joni lagi.
“Nunggu kopinya dingin atau lagi ….” kembali Narti mendesak Joni, sambil matanya melirik kearah kolam renang,
“ngintip nyonyanya, yach”,
“Tiddaaakk enaak..aja..aku lagi nunggu kopinya dingin nich”, jawab Joni terbata-bata, batinnya kaget saat Narti dapat menebak apa yg sedang ia lakukan.
“Hah..jawabnya tdk, tapi matanya kearah kolam renang”,lanjut Narti penasaran.
“Gak mungkin, aku ini sedang mikirin istriku, makanya aku ngelamun”,Joni mengelak atas tuduhan Narti.
“Hhmmm laki-laki dimana saja sama”,sahut Narti sambil kembali membereskan belanjaan yg tadi ia tinggalkan.
Joni menghela nafas saat Narti kembali mulai sibuk membereskan belanjaan, kemudian iapun dengan cepat-cepat keluar dari dapur, tapi pikirannya masih terbayang lekuk tubuh Mirna yg begitu indah sedangkan batang kemaluannya masih tegang, Jonipun segera menuju ke toilet, didalam toilet ia segera membuka celana panjangnya dan CDnya, CDnya sudah mulai basah dengan cairan beningnya, batang kemaluannya berdiri dengan gagah perkasa, sambil mulai mengocok batang kemaluannya dengan mata terpejam dan pikirannya yg mulai membayangkan tubuh Mirna yg indah dan sexy yg hanya berbalutkan bikini.
Joni membayangkan ia mulai menjilati kedua payudara Mirna, sambil tangannya mengocok batang kemaluannya yg semakin mengeras, lenguhan dan desahan mulai keluar dari mulut Joni, belum pernah Joni melakukan self service seperti yg ia lakukan sekarang ini, tak lama berselang Joni merasakan desakan kuat di batang kemaluannya, batang kemaluannya mulai mengejut-ngejut, air maninya mulai menyemprot keluar dari batang kemaluannya, membasahi tembok toilet, Jonipun melenguh menikmati kocokan tangannya, matanya terpejam menikmati ejakulasi semunya,
nafasnya yg memburu mulai mereda, seiring dengan tetes terakhir air maninya. Kemudian Jonipun mulai mencuci batang kemaluannya serta menyiram air maninya yg berlepotan di tembok toilet, setelah selesai menuntaskan hajat semunya Jonipun keluar dari toilet meneruskan minum kopinya, ada penyesalan dalam hatinya melakukan perbuatan tersebut, tapi apa daya hasrat birahinya sedang memuncak akibat melihat tubuh Mirna tadi dan tdk mungkin ia pulang kerumahnya untuk melakukan hubungan sex dengan istrinya.
Joni merasa agak sedikit lemas setelah melakukan self service tersebut, sambil duduk di garasi Jonipun menikmati kopinya yg dari tadi belum sempat diminumnya, pikirannya masih memikirkan hal yg baru saja terjadi, ia tdk menyadari saat Narti mendekatinya.
“Ehhhni orang dari tadi kerjaannya ngelamun melulu”,kata Narti.
“Ehhhh siaappaa..yg ngelamun”,jawab Joni kaget.
“Udah jelas ngelamun, masih gak ngaku juga”,kata Narti.
“Tuh, dipanggil nyonya, cepetan ˜tar nyonya marah, baru tahu rasa”,lanjut Narti.
Tergopoh-gopoh Joni masuk kedalam untuk menemui nyonya majikannya, tapi baru tiga langkah ia berhenti dan balik bertanya ke Narti.
“Nyonya ada dimana?” tanyanya ke Narti.
“Ehh..nih orang betul-betul ngelindur, nyonya masih dikolam renang, cepetan entar ngomel, baru tahu rasa”,jawab Narti
“Ohh cerewet, nanyakan gak apa-apa, daripada kaga tahu mau kemana”, sahut Joni.
Dengan segera Joni menghampiri nyonyanya yg sedang berada di kolam renang, setibanya di kolam renang ia melihat tubuh nyonyanya terbaring di kursi malas yg ada dipinggiran kolam renang, kedua matanya tertutup sementara tubuhnya yg hanya berbalutkan bikini terpampang dengan jelas di mata Joni, kembali Joni menelan ludah melihat pemandangan tersebut dari jarak yg sangat dekat,
Joni memperhatikan kedua bukit payudaranya betul-betul sempurna, kedua puting susunya yg berwarna merah muda terbayang dengan jelas, turun kebawah ia melihat belahan memeknya tercetak dengan jelas, ini akibat Mirna mengenakan bikini yg agak tipis apalagi bikini itu dalam keadaan basah, sehingga bayangan kedua puting susu serta belahan memeknya tercetak dari balik bikininya tersebut, melihat semua itu batang kemaluan Joni kembali menegang dengan cepat, batang kemaluannya seolah mendesak ingin keluar dari balik celananya, celananya menggelembung menahan desakan penisnya yg semakin membesar dan mengeras.
Sesaat setelah puas menikmati pemandangan itu dengan suara agak sedikit serak Joni berkata kepada nyonyanya itu.
“Buu..ibu..memanggil saya”, kata Joni dengan suara sedikit serak dan agak terbata-bata.
M
endengar suara Joni, Mirna membuka matanya, saat ia membuka matanya yg terlihat olehnya adalah tonjolan diselangkang Joni, ia melihat celana Joni seolah membusung kedepan dan Mirna dapat memastikan bahwa batang kemaluan Joni sedang bangun.
“Ohh..Jon, kamu jangan pulang dulu, nanti sore saya ada perlu keluar”, jawab Mirna sambil matanya tetap terpaku kearah selangkangan Joni,
batinnya bergumam sudah lama aku tdk menikmati kemaluanku disodok oleh batang kemaluan lelaki, tetapi kalau sekarang terlalu beresiko kalau dilakukan dirumah.
“Baik, Bu, ada lagi”, jawab Joni, sambil matanya tetap tdk mau lepas dari tubuh Mirna.
“Cukup itu saja”, kata Narti sambil kembali memejamkan matanya.
Dengan sedikit agak berat hati, Joni terpaksa meninggalkan tubuh Mirna, meninggalkan pemandangan yg sangat indah, yg tdk pernah terbayangkan oleh dirinya bahwa ia akan mendapat pemandangan tersebut, rasanya barusan Joni ingin segera menerkam tubuh Mirna, melucuti bikini Mirna dan memasukkan penisnya kedalam lubang memek Mirna dan menggenjotnya, meremas kedua payudaranya dan menjilati kedua putingnya yg berwarna merah muda.
Tetapi akal sehatnya masih dapat mengalahkan nafsu birahinya sehingga Joni tdk melakukan hal tersebut, dengan langkah berat Joni kembali kegarasi, ia menuju kemobilnya dan merebahkan tubuhnya dikursi pengemudi, dengan memejamkan matanya Joni kemudian membayangkan pemandangan barusan, sampai akhirnya tanpa terasa iapun tertidur.
Dengan gemas Joni mulai meremas-remas kedua payudara Mirna, mulutnya mulai bergantian menjilati kedua puting payudara Mirna yg berwarna merah mudah, dengan rakus Joni menjilati dan menghisap-hisap kedua puting tersebut bergantian. Sedang asyik-asyiknya Joni menjilati dan menghisap-hisap serta meremas-remas kedua payudara Mirna, Joni dikagetkan oleh suara yg memanggil-manggilnya. cerita sex
“Jon, Jon, ehhh..nich orang tidurnya seperti orang mati ajah”, Narti berteriak-teriak membangunkan Joni.
“Bangun..Jon bangun Jon.”, kembali Narti berteriak membangunkan Joni.
“Hhmmmhhhmmm.aduuuhhh”, Joni kaget terbangun dari tidurnya, batinnya menjerit kurang ajar hanya mimpi rupanya padahal sedang seru-serunya menghisap dan meremas toket nyonyanya.
“Adaaa apa..sich, orang lagi tidur kok diganggu”,gumam Joni dengan nada kecewa karena mimpi indahnya diganggu.
“Ehhh..marah..tuch..kata nyonya suruh siapin mobil soalnya nyonya mau pergi”,sahut Narti ketus.
“Apaa.sekarang jam berapa”,Tanya Joni.
“Jam 5, tidur melulu sich kerjaannya”,Narti bersungut-sungut marah.
“Ehhh..maaf yach”,sambung Joni sambil beranjak dari tidurannya lalu cepat-cepat ia ketoilet untuk membasuh mukanya.
Setelah membasuh mukanya, Joni kemudian melanjutkan membuang hajat kecilnya, agak sedikit susah karena penisnya sedang tegang, ia melihat CDnya basah dan ujung kepala penisnya masih meneteskan cairan beningnya, setelah hajat kecilnya tuntas ia salurkan, ia kembali kemobil dan mulai menyalakan mobilnya, tak lama berselang Mirna muncul dengan mengenakan rok hitam mini sedikit longgar, dengan belahan dada yg rendah dan bagian punggung yg terbuka, karena roknya model diikat ditengkuknya, sehingga bagian punggung dan pundaknya jadi terbuka, bagian dadanya terlihat membusung kalau lebih diperhatikan jelas-jelas Mirna tdk mengenakan BH itu terlihat dari kedua putingnya yg agak membayang diroknya, serta tdk ada tali BH dipundak ataupun dipunggung yg kelihatan.
“Kemana kita, Bu”, tanya Joni sambil kembali menelan ludah saat melihat ke Mirna yg agak sedikit membungkuk saat naik mobil, sehingga Joni dapat melihat dengan jelas payudara Mirna yg bergelantungan dengan indahnya.
“Kita ke Mall ****”, jawab Mirna.
“Baik, Bu”, sambil mengiyakan Joni mulai meluncurkan mobil ketempat tujuan.
Dalam perjalanan Joni kembali mencuri-curi pandang kearah Mirna lewat kaca spionnya, sementara Mirna sedang asyik membaca majalah, Joni sangat berharap ia dapat melihat kedua bukit kembar Mirna seperti yg ia lihat saat Mirna menaiki mobil, tetapi harapan hanyalah tinggal harapan, sampai di tempat tujuan Joni tdk beruntung dapat melihat kedua bukit kembar Mirna.
“Jon, kamu tunggu saya”,kata Mirna.
“Baik, Bu, nanti kalau sudah selesai ibu panggil saya saja”,jawab Joni.
Hhmmmm,Mirna mengiakan.
“Jon, Ini buat makan”,kata Mirna sambil memberikan uang 100ribu.
“Ohh..makasih Bu”,jawab Joni sambil menerima uang pemberian Mirna.
Kemudian Mirnapun turun dari mobil dan masuk kedalam mall, sementara Joni mencari parkir, setelah memarkirkan mobilnya Jonipun keluar mencari makan. Selesai makan Joni kembali kemobilnya menunggu panggilan nyonyanya sambil kembali membayangkan tubuh Mirna yg aduhai terutama bagian payudaranya yg sudah secara sekilas ia melihatnya. Joni memang lebih senang menyendiri daripada berkumpul dengan para sopir yg menggosipkan majikannya, ia lebih senang menyendiri sambil membayangkan lekuk tubuh Mirna serta kedua bongkahan payudaranya yg indah menggelantung dibagian dadanya.
Sambil mengelus-elus batang kemaluannya yg kembali mulai menegang, maklum usianya masih usia yg tegangan tinggi, jadi hanya cukup dengan membayangkan saja batang kemaluannya langsung berdiri dengan tegak, pemandangan tadi kembali menari dipelupuk matanya, kedua bukit kembar Mirna begitu indahnya menggelayut seolah menanti untuk dijamah dan diremas, ia membayangkan seandainya ia dapat kesempatan untuk menikmati kedua payudaranya itu, dalam hatinya ia hanya menghela nafas, kesempatan itu mungkin tdk akan pernah terkabulkan.
Tapi Joni cukup puas dengan melihat dan membayangkan saja, karena ia masih segan dengan keluarga Ranu terutama dengan nyonyanya yg cantik dan sexy itu, nyonyanya itu menurut penilaian Joni selain cantik dan sexy juga sangat pengertian dan tdk pernah marah, tdk cerewet, menyuruhpun selalu dengan sopan, tdk pernah memandang rendah, tanpa terasa 4 jam sudah ia lewati sambil membayangkan tubuh dan kedua bukit kembar nyonyanya itu. Tiba-tiba HPnya berdering, dengan cepat Joni segera mengangkat HPnya setelah melihat yg memanggil adalah nyonyanya.
“Iya, Bu”, sahut Joni.
“Jon, kamu ke pintu utama, saya menunggu disitu”, jawab Mirna.
“Baik, Bu”, jawab Joni sambil langsung menstart mobilnya dan mengarahkan kepintu
utama.
Setibanya dipintu utama ia melihat Mirna sudah menunggu disana, dan ia melihat Mirna membawa banyak kantung belanjaan, Joni segera menepikan mobilnya dan segera turun untuk membantu Mirna memasukkan kantung belanjaan tersebut kedalam mobil, dengan cekatan kantung belanjaan yg banyak itu hanya dalam sekejap sudah masuk kedalam mobilnya, ditutupnya pintu belakang mobil tersebut dan ia segera duduk dibelakang kemudi, kemudian Joni mengarahkan mobilnya keluar area mall tersebut.
“Jon, kita ke hotel x”,kata Mirna.
“Baik, Bu” ,jawab Joni, dalam hatinya bertanya-tanya, ini adalah luar biasa, nyonyanya mau pergi kehotel, yg setahu dia hotel ini adalah hotel short time, parkir mobilnya saja langsung dibawah kamar. Joni memang bingung dibuatnya, ada janji sama siapa nyonyanya ini…
Mirna sebetulnya sudah merencanakan semua ini dari rumah, ia yg sudah cukup lama tdk mendapat sentuhan lelaki dan merasakan sodokan-sodokan di lubang memeknya, semenjak ia melihat tonjolan diselangkangan Joni, gairah birahinya kembali membara, lubang memeknya mulai merasa gatal ingin segera merasakan sodokan batang kemaluan lelaki dilubang memeknya.
Dengan pertimbangan yg matang akhirnya Mirna memutuskan untuk menikmati batang kemaluan Joni, kalau seandainya Joni setelah melakukan hubungan dengan dia mulai bertingkah macam-macam, Mirna akan segera memecatnya dan menggantinya dengan supir yg baru, tapi kalau Joni tdk bertingkah macam-macam, ia akan terus memperkerjakan Joni sambil sekali-sekali dapat merasakan sodokan-sodokan penisnya.
Reception hotel tersebut berada diluar sehingga memudahkan orang untuk check-in tanpa perlu turun atau keluar dari mobil, setelah Mirna membayar sewa kamarnya, Mirna menyuruh Joni langsung kekamar yg diberikan oleh receptionist hotel, mobilpun meluncur kekamar hotel tersebut, dengan mengikuti petunjuk dari petugas hotel yg hampir setiap belokan ada, akhirnya mereka sampai di kamar tersebut. Jonipun memarkir mobilnya digarasi kamar tersebut, setelah petugas hotel menutup pintu garasi, Mirna segera turun dari mobil.
“Ayo, Jon, kamu ikut saya”,kata Mirna
“Baaaikk, Bu”,jawab Joni bingung.
Ada apa yach, kok nyonyanya menyuruh saya untuk ikut turun,batin Joni bertanya-tanya, tapi karena yg menyuruhnya adalah majikannya,
Jonipun mengikuti Mirna, sambil terus bertanya-tanya dan menebak-nebak kenapa majikannya mengajak ia untuk turun dan mengikuti kekamar tersebut.
“Duduk, Jon, kamu mau minum apa”?Mirna berkata setibanya mereka didalam kamar.
“Eh, apa saja Bu”, jawab Joni masih dalam keadaan bingung.
Kemudian Mirna memesan minuman lewat telepon, tak lama berselang minuman tersebut datang, Mirna segera membayar minuman tersebut, dan menyerahkan salah satu minuman tersebut ke Joni.
“Jon, saya minta kamu untuk menjaga rahasia ini, jangan sekali-sekali kamu cerita hal ini kepada siapapun, seandainya saya mendengar kamu membocorkan rahasia ini, saya akan memecat kamu, tapi kalau kamu bisa menjaga rahasia ini, saya akan membuat kamu senang, kamu mengertikan”, Mirna berkata dengan sedikit mengancam.
“Baaikk..Bu, saya janji tdk membocorkan rahasia ibu kepada siapapun”,jawab Joni
“Bagus, saya akan memegang janjimu itu”,kata Mirna
“Ayo minum”,kata Mirna.
Joni hampir tersedak saat meminum minumannya, ia sangat kaget dengan aksi Mirna didepan matanya, ia melihat kedua tangan Mirna dengan lemah gemulai menarik ikatan roknya yg berada ditengkuknya, dengan terlepasnya ikatan dibelakang tengkuk Mirna kedua tali rok tersebut segera meluncur turun dan membuat kedua payudara Mirna tdk tertutup apapun, Joni melihat kedua bukit kembar Mirna dengan mata terbelalak, dengan perlahan dan pasti penisnya mulai berdiri, tak terbayangkan oleh Joni akhirnya ia dapat melihat dengan jelas kedua bukit kembar Mirna yg putih mulus, perasaannya berkecamuk antara bingung dan tdk percaya, rasanya ia seperti sedang bermimpi, Joni tdk menygka hal ini akan terjadi.
Didepan mata Joni sekarang Mirna hanya mengenakan CD saja, bentuk tubuh Mirna yg sexy dan kulit yg putih mulus membuat Joni menelan air liurnya berkali-kali, mulutnya terbuka lebar, matanya melotot melihat itu semua. Dalam hatinya ia merasa beruntung sekali dapat menikmati pemandangan ini, kalau hal seperti ini yg harus dijaga kerahasiaannya sudah pasti ia akan menjaga rahasia ini sampai mati.
Mirna yg masih mengenakan CDnya mulai menghampiri Joni yg masih terkesima, diambilnya gelas ditangan Joni dan menaruhnya dimeja, kemudian Mirna menarik tangan Joni untuk berdiri dan menuju kearah tempat tidur, didorongnya tubuh Joni sehingga terlentang diatas tempat tidur, tanpa basa-basi lagi Mirna mulai melucuti celana Joni beserta CDnya, barang pusaka Joni yg sudah tegang terpampang didepan matanya saat Mirna menarik CD Joni,
Mirna mulai mengelus-elus batang kemaluan tersebut, bau khas dari batang kemaluan lelaki tercium oleh Mirna membuat Mirna semakin bergairah, dengan tangan masih mengelus-elus batang kemaluan tersebut, lidah Mirna mulai bermain dengan lincah menjilati kepala penisnya, sambil sekali-sekali batang kemaluan tersebut dia kulum-kulum, Joni mendesah kenikmatan, batinnya berkata mimpi apa aku semalam, sehingga penisku diselomoti dan dijilati oleh nyonyanya yg cantik dan sexy.
“Ooohhhooohhhssshhhhaahhhh”,Joni mendesah kenikmatan, matanya merem melek akibat selomotan dan jilatan Mirna dipenisnya.
Joni betul-betul beruntung, bukan saja ia dapat menikmati pemandangan tubuh nyonyanya yg sexy dan mulus secara nyata, tapi ia dapat merasakan bibir nyonyanya yg lembut sedang mengulum-ngulum penisnya, selama ini ia hanya dapat membayangkan tubuh nyonyanya saja, saat menunggu, saat bermimpi ataupun saat bermain dengan istrinya, tdk pernah bermimpi ia akan merasakan kuluman bibir nyonyanya ini.
Joni hanya dapat terbaring pasrah menikmati kuluman mulut Mirna dipenisnya, Joni hanya dapat mengangkat pantatnya saat penisnya itu berada dalam kuluman mulut Mirna, Joni belum berani melakukan hal yg lebih dari itu, tangannyapun belum berani menyentuh rambut dan kepala Mirna, yg dapat ia lakukan hanya meremas sprei tempat tidur saja, dan mulutnyapun hanya mengeluarkan desahan-desahan saja serta lenguhan-lenguhan nikmat.
Joni memang sudah dari tadi sore menahan hasrat nafsunya saat membayangkan tubuh Mirna, dan penisnya sudah dari tadi ingin merasakan lubang memek dan gairah birahinya sudah memuncak dari tadi, sehingga saat Mirna mulai mengulum-ngulum serta menjilati dan mengocok penisnya, Jonipun tdk bertahan lama dengan serangan Mirna tersebut, puncak kenikmatannya akan segera ia rengkuh, pendakian bukit kenikmatannya hampir sampai, dengan tubuh yg mengejang dan dengan pantat terangkat seolah menyambut mulut Mirna untuk lebih dalam lagi mengulum penisnya.
“Aaaaahhhhh.Buuu aaaakkuu tdk taahann laaagi aakuuu kheeeluuarrr ooohhh ssshhhaaaahhh”,Joni melenguh menikmati puncak kenikmatannya.
Cccrrreeetttt..ccreeeettt.cccrreeeetttccreeeetttt. penisnya menyemprotkan air maninya kewajah Mirna, Mirna merasakan hangatnya sperma Joni membasahi wajahnya, batang kemaluan Joni mulai Mirna usap-usapkan kewajahnya yg sudah berlepotan air mani Joni, sehingga seluruh wajahnya penuh dengan sperma Joni, seiring dengan semprotan terakhir dari penisnya Joni,
Mirna kembali memasukkan batang kemaluan tersebut kedalam mulutnya dan menghisapnya, sehingga membuat Joni mengejang merasakan nikmat yg sangat luar biasa saat penisnya menyemprotkan tetes terakhir air maninya tersebut, belum pernah selama ini Joni merasakan nikmat yg sangat hanya dengan kuluman mulut saja, entah karena dia memang selalu membayangkan Mirna atau karena hebatnya permainan mulut Mirna.
Batang kemaluan Joni sudah tdk tegang lagi, Mirnapun beranjak dari selangkangan Joni, ia mulai membuka celana dalamnya, sehingga tubuhnya yg indah sekarang menjadi polos tanpa sehelai benang yg menutupi tubuh sexynya, Mirnapun mulai berjongkok diwajah Joni, kedua tangannya berpegangan diranjang bagian atas, Joni langsung mengerti apa yg dikehendaki oleh nyonyanya ini, Jonipun mulai menjilati itil Mirna, aroma kemaluan Mirna sungguh berbeda dengan aroma kemaluan istrinya, dengan penuh nafsu Joni menjilati, menciumi dan menghisap itil Mirna, terdengar suara decakan keluar dari mulut Joni saat mulutnya menghisap dan menjilati bibir kemaluan dan itil Mirna.
Mirnapun dibuat melenguh keenakan, Jonipun sudah mulai berani untuk menjamah kedua bongkah pantat Mirna dan mulai meremas-remasnya. Mirnapun mulai menikmati jilatan dan hisapan Joni dikemaluannya, Mirnapun mengimbangi permainan lidah dan mulut Joni dengan memaju-mundurkan pantatnya sehingga kelentitnya lebih bergesekan dengan lidah dan mulut Joni, Joni merasakan pantat Mirna kadang-kadang mengejut-ngejut saat mulutnya menghisap itilnya Mirna.
Lenguhan dan desahanpun mulai terdengar keluar dari mulut Mirna, sementara suara decakan Joni semakin bertambah sering terdengar, ssslrrrrppppsssllrrppppssslrrrppp tdk puas dengan hanya menjilat dan menghisap saja Joni mulai dengan aksi jari tangannya yg mulai menerobos lubang kenikmatan Mirna, pertama-tama hanya jari tengahnya saja yg mengocok memek Mirna, lama-lama jari manisnya ia masukkan juga kedalam lubang memek Mirna, membuat Mirna bertambah kelojotan menikmati sensasi jari-jari tangan Joni dan mulut Joni.
Jari tangan Joni semakin aktif keluar masuk dilubang memek Mirna, biarpun Joni hanya seorang supir tapi soal oral seks Joni betul-betul ahli, ditambah dengan permainan jari tangannya yg seperti pemain film BF, betul-betul membuat Mirna bergelinjang menikmati permainan oral seks dan jemari Joni dimemek dan kelentitnya.
“Hhmmmhhhaaaahhh.teruuusss ooohhh teruuusss Jooonnnn kamu heeebaat. Aaahhh kocok memekkkuuu.hisaapp itilkkuuu ooohhh yaahhh.”, Mirna melenguh keenakan menikmati permainan jari Joni dan hisapan-hisapan Joni di kelentitnya.
Joni semakin bertambah semangat mendengar erangan-erangan nikmat Mirna, permainan mulut dan jari tangannya semakin bertambah menggila, membuat Mirna semakin menggelinjang keenakan, Mirna belum pernah merasakan nikmat seperti ini saat seseorang melakukan oral seks kepadanya, Mirnapun merasa kagum kepada Joni yg dapat memberikan kenikmatan hanya dengan oral seks.
“Uugghhhaaaaahhhh.ooohh..nikmmaattt aaakuu tdk tahan lagi aaahhh terus Jooonnn, akuu mauu keluar”,Mirna menjerit kenikmatan saat dirinya mencapai puncak kenikmatannya.
Sssrrrrrssrrrrssrrrrlubang kemaluan Mirna menyemprotkan cairan kenikmatannya, Joni yg merasakan memek Mirna semakin basah semakin bertambah cepat mengocok jari tangannya dilubang memek Mirna dan mulutnya semakin bertambah kuat menghisap itil Mirna, sehingga membuat Mirna semakin blingsatan menikmati sensasi puncak kenikmatannya, tubuhnya mengejang pantatnya mengejan-ejan, pegangan tangannya semakin mencengkram kuat.
“Aaaggghhh eeeddaaann nikmat sekali Ooouughhhh Joonnn, kamu betul betuull hebattttt.ssshhh.aaaaahhh”, Mirna mengerang.
Dengan nafas yg masih terengah-engah Mirna merebahkan tubuhnya disamping Joni, ia melihat batang kemaluan Joni sudah berdiri dengan gagahnya, Mirna terkesima melihat hal itu, hatinya membatin cepat juga pulihnya padahal belum terlalu lama dia barusan menyemprotkan spermanya, Joni sendiri bingung merasakan penisnya sudah ngaceng lagi, biasanya sehabis berhubungan dengan istrinya penisnya sudah tdk mau bangkit lagi,
sementara saat ini penisnya itu sudah berdiri dengan gagahnya siap untuk mengaduk-aduk lubang kenikmatan Mirna, tapi Joni tdk mau lancang terhadap nyonyanya ini, sebelum Mirna memintanya untuk menyodokkan penisnya kememek Mirna, Joni hanya diam pasrah saja, hanya matanya yg berani melirik ketubuh Mirna, Jonipun tdk mau membuang kesempatan untuk menikmati pemandangan itu, karena dalam pikirannya kapan lagi aku dapat memandangi tubuh telanjang nyonyanya ini.
Mirna termasuk wanita yg selalu haus akan seks, dirinya selalu haus akan sodokan-sodokan batang kemaluan lelaki, apalagi sekarang ini Mirna sudah lama tdk merasakan batang kemaluan lelaki menyodok memeknya, tdk ada yg mengira bahwasanya Mirna adalah wanita yg haus akan seks, dari wajahnya tdk Nampak bahwasanya Mirna adalah wanita yg binal, Joni sendiri heran akan tingkah nyonyanya yg mengajaknya bermain seks di hotel, ia juga tdk menygka sama sekali nyonyanya sangat agresif, dari pernampilannya tdk nampak bahwa Mirna akan melakukan hal tersebut, tapi Joni tdk mau terlalu memikirkan hal tersebut, buatnya yg penting ia dapat menikmati tubuh nyonyanya, walaupun baru hanya dapat menjilati memeknya saja.
Selang beberapa saat, Mirna mulai beranjak menaiki tubuh Joni yg masih terlentang, diraihnya batang kemaluan Joni, diusap-usapkannya kepala kemaluan itu ke memeknya, Mirna merasakan penisnya Joni sangat keras sekali, kelentitnya terasa geli oleh sentuhan kepala kemaluan Joni, Mirna mendengus kegelian, Joni sendiri merasakan kegelian saat kepala penisnya tersentuh dengan bibir memek Mirna,
beberapa kali Mirna mengusap-usapkan kepala kemaluan tersebut kebibir memeknya, membuat Mirna menggelinjang sendiri, lubang memeknya mulai terasa gatal kembali ingin segera digaruk oleh penisnya Joni, Joni juga tdk tahan dengan rasa geli yg ia rasakan pada ujung kepala penisnya, ingin rasanya ia memasukkan cepat-cepat penisnya ke memek Mirna, tapi agar tdk dibilang lancang Joni hanya dapat diam pasrah, mengikuti irama permainan nyonyanya ini.
Satu tangan memegangi batang kemaluan Joni, sambil terus mengoles-oleskan kebibir memek dan kelentitnya, satu tangan lagi mulai menguakkan bibir memeknya, Joni hanya dapat melihat tingkah polah nyonyanya ini, dan ia juga melihat bibir memek Mirna mulai terkuak, lubang kenikmatannya mulai terpampang dihadapan matanya, Joni hanya dapat menelan ludah melihat itu semua, ia hanya bisa diam mengikuti irama permainan Mirna, tapi hatinya resah ia ingin sekali merasakan penisnya dijepit oleh lubang kenikmatan Mirna, ingin rasanya ia mengaduk-aduk lubang tersebut dengan penisnya yg sudah sangat tegang itu.
Pucuk dicinta ulam tiba, penantian yg ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga, dengan perlahan-lahan Mirna mulai mengarahkan kepala kemaluan Joni kelubang memeknya, diselipkan kepala kemaluan itu dibibir memeknnya, dengan perlahan-lahan Mirna mulai menekan pantatnya kebawah, batang kemaluan Joni dengan perlahan tapi pasti mulai menerobos masuk kedalam lubang memek Mirna.
Sleeeeppp..bleessssblessss..blesssss perlahan tapi pasti batang kemaluan Joni tertelan oleh lubang memek Mirna sehingga tdk terlihat lagi, Joni melihat penisnya masuk perlahan-lahan di memek Mirna, Joni melihat sekarang jembutnya dan jembut Mirna bertemu saat penisnya tertelan seluruhnya oleh memek Mirna.
Mirna merasakan batang kemaluan Joni memenuhi rongga memeknya, dan ia juga merasakan kelentitnya bersentuhan dengan jembut Joni, dengan memejamkan mata Mirna mulai memutar pantatnya dengan perlahan, Mirna merasakan lubang memeknya seperti diaduk-aduk oleh kemaluan Joni, sementara Joni sendiri merasakan penisnya seperti dipilin-pilin oleh dinding memek Mirna, lenguhan dan desahan mereka mulai terdengar bersahutan,
Mirna juga merasakan sensasi yg sangat luarbiasa saat kelentitnya bergesekan dengan jembut Joni, tangannya segera meraih kedua tangan Joni, ditariknya tangan Joni kearah dadanya, kedua telapak tangan Joni didaratkannya dikedua bukit kembarnya, dan mulai digerakkannya, seolah ia menyuruh Joni untuk meremas kedua payudaranya, Joni yg memang dari awal ingin sekali meremas tetek Mirna tanpa membuang waktu segera meremas-remas kedua bukit kembar tersebut, remasan-remasan lembutnya penuh nafsu birahi, matanya menatap kedua bukit kembar itu yg berada dalam cengkramannya, tapi kedua bukit kembar tersebut cukup lumayan besar sehingga kedua telapak tangannya tdk dapat menutupi kedua bukit kembar tersebut.
“Oooohhhsshhhaaah Jon, penismu, enaaak ssshhh aaaahhh”, desah Mirna sambil terus memutar pantatnya.
Desahan, erangan dan lenguhan Mirna semakin sering terdengar, pantatnya bergantian aksinya antara berputar dan maju mundur, kadang-kadang pantat Mirna berputar memilin-milin batang kemaluan Joni, kadang-kadang gerakannya maju mundur, saat pantatnya bergerak maju mundur Mirna merasakan kelentitnya bertambah gatal karena bergesekan dengan jembut Joni, belum lagi remasan-remasan tangan Joni yg penuh nafsu dikedua bukit kembarnya, semua itu menambah sensasi persetubuhan mereka.
Joni hanya dapat mengerang-ngerang keenakan merasakan penisnya berada dalam jepitan memek Mirna, kadang-kadang ia merasa penisnya sedang dipilin-pilin oleh dinding memek Mirna, kadang-kadang ia merasakan penisnya keluar masuk di memek Mirna, remasan tangannya semakin menggila di payudara Mirna, sambil ditingkahi dengan pilinan-pilinan dikedua putingnya, kedua puting susu Mirna semakin mengeras dan mencuat kedepan.
“Hhhmmmmaaaaaggg hhssshhh ooohhh”,erang Joni menikmati persetubuhan ini.
Mirna semakin menggila memaju mundurkan pantatnya, dengan tiba-tiba ia menghentakkan pantatnya kebelakang, seolah-olah ia ingin penisnya Joni semakin dalam menerobos kedalam lubang memeknya.
“Ooouuggghhh Jon, aakuu keeeluuaaarrr.sssshhhhaaaaaggghhhooohhh”, Mirna mengerang merasakan letupan birahinya yg menerobos keluar dari lubang memeknya.
Sssrrrrsssr.ssrrrr..cairan kenikmatan Mirna menyemprot membasahi batang kemaluan Joni.
Akkkuu..jugaa.mau keluuaar..Buooouugghhh,Joni pun mengerang, penisnya menyemprotkan lahar kenikmatannya kedalam lubang memek Mirna.
Crrrooottt.,creeettttcrooottt..sperma Joni membasahi lubang memek Mirna, Mirna merasakan hangat didinding lubang memeknya saat sperma Joni menyemprot, dan ia juga merasakan batang kemaluan Joni berkedut-kedut, sementara itu Joni merasakan penisnya seperti diremas-remas oleh dinding memek Mirna.
Mirnapun ambruk, tubuhnya tertelungkup diatas tubuh Joni, ia merasakan batang kemaluan Joni masih berdenyut-denyut, Joni yg terbaring pasrah dengan tubuh Mirna yg tertelungkup diatasnya masih merasakan detik-detik kenikmatannya, Joni merasakan penisnya masih berdenyut-denyut meneteskan tetes-tetes spermanya dan ia juga masih dapat merasakan denyutan dinding memek Mirna.
Perlahan-lahan batang kemaluan Joni mulai menciut dan terlepas dari jepitan memek Mirna, sementara nafas mereka berdua masih tersengal-sengal, Mirna merasakan saat penisnya Joni mulai terlepas dari jepitan memeknya itu dan ia juga merasakan sperma Joni mulai mengalir keluar dari lubang memeknya.
Tak lama kemudian Mirna beranjak bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh, setelah Mirna selesai membersihkan tubuhnya, Jonipun beranjak untuk membersihkan penisnya, Joni melihat penisnya berkilat akibat basah oleh cairan kenikmatan Mirna, saat keluar dari kamar mandi Joni melihat Mirna sudah mengenakan roknya kembali, dengan segera ia juga mengenakan pakaiannya.
“Ingat, Jon, kamu jangan membocorkan rahasia ini”, kata Mirna.
“Baik, Bu”, jawab Joni sambil mengenakan pakaiannya.
Setelah selesai mereka berdua kembali kemobil dan meluncur pulang, jam menunjukkan pukul 12 malam, saat mereka tiba dirumah, Mirnapun masuk kedalam rumah sambil kembali mengingatkan Joni untuk bias menjaga rahasia, Jonipun mengiyakan, selesai memarkir mobil digarasi, Jonipun beranjak pulang dengan senyum bahagia tersungging dimulutnya, dalam perjalanan pulang ia membayangkan kejadian yg baru saja dia alami.
Hatinya bergumam hari ini adalah hari keberuntunganku, hari ini aku dapat menikmati tubuh nyonyaku yg sexy dan indah tersebut secara nyata tanpa perlu membayangkan. Mudah-mudahan nyonyanya masih mau meminta ia untuk menyetubuhinya, sehingga ia dapat merasakan kembali keindahan tubuh nyonyanya terutama memek nyonyanya yg enak luarbiasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar