Ngentot sama Cewek Japanese di Australia - Sexi dan Montok Sexi Dan Montok Situs Dewasa, Situs Cerita Hot, Cerita Dewasa Terbaru

Latest

Rabu, 27 Januari 2016

Ngentot sama Cewek Japanese di Australia


ngentot bareng kaori, cewek jepang yang seksi (kisah nyata)
Ketika saya berada di Australia untuk pertama kalinya, saya diharuskan untuk mengikuti affairs untuk memfasihkan bahasa Inggris saya sehingga
saya menjadi lancar dalam berbicara bahasa Inggris. Ketika saya sedang berada di affairs bahasa Inggris tersebut, saya mengenal seorang cewek
Jepang yang cantik sekali. Namanya adalah Kaori Uehada. Suaranya bagus sekali bagaikan penyanyi Jepang asli dan tubuhnya elok sekali. Kulitnya
putih dan berambut panjang. Yang batten saya sukai darinya adalah dadanya yang kira-kira berukuran 36B karena setiap kali dia berada di kelas,
saya melihat bahwa sebagian dari payudaranya sempat keluar karena BH-nya tidak cukup untuk menutupi payudaranya yang terlalu besar.
Perkenalan saya dengan Kaori dimulai ketika jam istirahat, saya sekedar iseng-iseng menanyakan segala sesuatu kepadanya, tentunya sekalian
saya mempraktekkan bahasa Inggris saya. Kami bercerita mengenai asal-usul kami bahkan kadang-kadang Kaori menanyakan mengenai kehidupan
seks saya dan hal itu membuat kami bertambah akrab. Saya dan Kaori sering berjalan bersama-sama dan banyak orang yang menganggap saya
adalah pacar Kaori walaupun sesungguhnya kami adalah teman akrab saja. Saya dan Kaori sering pergi berduaan ke sebuah kasino Burswood yang
sangat terkenal di sebuah kota di Australia.
Suatu hari saya berada di apartement sendirian. Saat itu saya masih tinggal di boarding di universitas saya dan saya masih belum memiliki banyak
teman. Hari itu adalah hari minggu dan saya sedang membersihkan rumah sekaligus menyetrika pakaian. Ketika saya sudah menyelesaikan
pekerjaan saya dan saya ingin mandi, tiba-tiba saya dikejutkan oleh ketukan pintu dan saya sangat kaget ternyata Kaori sudah di depan pintu. Saya
mempersilakan Kaori masuk dan Kaori duduk di sebuah bangku yang cukup sederhana.
Kami bercerita banyak mengenai keadaan negara masing-masing. Ketika saya sedang asyik menceritakan keadaan Indonesia, Kaori secara tidak
sengaja melihat sebuah VCD yang berada di atas meja belajar saya. Tiba-tiba dia bangkit meninggalkan saya dan mendekati meja belajar saya.
Setelah itu, dia meminta saya untuk memutar VCD tersebut. Saya sempat malu dan tidak menuruti kemauannya tetapi dia terus-menerus memegang
tangan saya dan menarik tangan saya serta menyuruh saya untuk memutarnya. Akhirnya saya menuruti kemauannya dan saya mengajaknya ke
tempat tidur saya karena saya selalu menonton VCD di komputer yang berada di kamar tidur saya.
Saya kemudian menyalakan Power komputer dan setelah semuanya siap, saya memasukkan VCD ke dalam CD-ROM dan kami nonton bersama-
sama. Kaori duduk di atas ranjang sementara saya duduk di bangku yang terletak di dekat komputer. Saat pertengahan film, saya sangat
terangsang dan sekilas saya melihat Kaori yang tengah menyelinapkan tangannya ke dalam celana dalamnya sambil mendesah-desah. Saya sempat
kaget karena saya melihat Kaori sedang masturbasi sambil menonton VCD Jepang tersebut. Saya sempat berpikir mungkin dia mengerti maksud blur
tersebut tetapi walaupun saya tidak mengerti bahasa Jepang, saya juga terangsang saat menonton adegan panas di komputer tersebut apalagi saat
itu batang kemaluan saya sudah menegang sehingga orang yang mendekati saya pasti dapat melihat batang kemaluan saya yang menegang di
dalam celana pendek yang saya pakai.
Kemudian saya mendekati Kaori yang sedang mengelus-elus dirinya sambil menutup matanya. Saya mulai membuka pakaian Kaori dan saya kaget
bercampur senang karena tidak ada perlawanan dari dalam diri Kaori dan saya yakin dia juga membutuhkannya karena dia sudah terangsang hebat.
Setelah saya melepaskan seluruh busana Kaori, saya mulai mendekati liang kemaluannya dan mulai menjilatinya bagaikan orang kesetanan. Saya
tidak memperdulikan komputer yang masih menyala bahkan suara desahan-desahan dari komputer bercampur desahan alami dari Kaori membuat
saya menjadi bertambah semangat dan menjadi semakin gila dalam menyedot dan menjilat klitoris Kaori. Saya sempat merasakan cairan kewanitaan
cewek jepang ini membasahi wajah saya yang sedang asyik mencium dan menjilat-jilat liang kenikmatan Kaori.
Setelah Kaori mencapai masa klimaksnya, giliran Kaori yang menyuruh saya berbaring dan sekali-sekali Kaori juga menghisap kedua biji peler saya
bergantian dengan gigitan-gigitan kecil. Dan perlahan turun ke bawah menjilati lubang pantat saya dan membuat lingkaran kecil dengan ujung
lidahnya yang terasa sangat cheat dan hangat. Saya hanya dapat berpegangan erat ke bantal, sembari mencoba menahan rintihan. Saya dekap
muka saya dengan bantal, setiap sedotannya terasa begitu nikmat sehingga membuat saya seperti di awang-awang. Nafas saya tidak dapat diatur
lagi, pinggul saya menegang, kepala saya mulai pening akibat dari kenikmatan yang terkonsentrasi tepat di antara selangkangan saya. Mendadak
saya merasa kemaluan saya seperti akan meledak. Karena rasa takut dan panik, saya menarik pinggul saya ke belakang. Dengan seketika,
kemaluan saya seperti layaknya benda hidup, berdenyut dan menyemprot cairan putih yang lengket dan hangat ke wajah dan rambut Kaori.
Saya masih belum puas karena saya belum menikmati liang kenikmatan cewek Jepang itu, maka saya langsung bangkit dengan penuh gairah dan
tanpa menunggu jawabannya saya segera mengatur posisi badannya. Kedua kakinya saya angkat ke ranjang. Kini dia tampak telentang pasrah.
Batang kemaluan saya sudah tak sabar lagi untuk mendarat di sasaran. Namun saya harus hati-hati. Dia masih perawan sehingga harus sabar agar
tidak kesakitan. Mulut saya kembali bermain-main di liang kemaluannya. Setelah kebasahannya saya anggap cukup, batang kemaluan saya yang
telah tegak sempurna saya tempelkan ke bibir kemaluannya.
Beberapa saat saya gesek-gesekkan batang kemaluan saya di sekeliling liang kenikmatannya sampai Kaori makin terangsang. Kemudian saya coba
memasukkan perlahan-lahan ke celah yang masih sempit itu. Sedikit demi sedikit saya maju-mundurkan sehingga makin melesak ke dalam. Butuh
waktu lima menit lebih agar kepala kemaluan saya masuk seluruhnya. Lalu kami istirahat sebentar karena dia tampak menahan nyeri dan tiba-tiba
keluarlah darah dari dalam liang kenikmatannya dan saya yakin bahwa itu adalah darah perawannya dan saya bangga sekali karena saya dapat
mengambil perawan cewek Jepang.
Beberapa jam saya menggosok-gosokkan batang kemaluan saya di dalam liang kenikmatannya, dia menyukainya dan nampaknya dia hampir
mendekati klimaks dan saya sendiri tidak tahu itu klimaksnya yang keberapa dan begitu juga saya. Saya mempercepat goyangan, lalu saya
menyemprotkan cairan mani saya di dalam liang kenikmatan Kaori dan di saat yang bersamaan, Kaori berteriak dan saya merasakan batang
kemaluan saya seperti dipijat-pijat oleh liang kenikmatannya dan tak absolutist kemudian, batang kemaluan saya seperti dialiri oleh cairan
kewanitaannya. Kemudian saya memeluk Kaori dengan erat sambil mencium bibirnya dan memainkan lidah saya dalam mulut Kaori.
Kami bermain seharian penuh karena tidak absolutist setelah permainan kami, saya menjadi terangsang ketika melihat wajahnya yang seperti wajah
bintang blur dan saya tidak perduli walaupun dia sudah berumur 27 tahun dan tentunya umurnya 5 tahun di atas saya. Saya sangat mencintainya
dan sampai sekarang saya merindukan belaiannya. Kaori, kapan kita bisa bercinta lagi?
TAMAT



Tidak ada komentar:

Posting Komentar